3 Posisi Tidur yang Baik Untuk Pengidap Asam Lambung dan GERD

Disamping menjauhi santapan pencetus asam lambung meningkat, posisi tidur di malam hari ikut berfungsi utama untuk pengidap asam lambung dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kenapa?

Pada siang hari, di mana posisi badan lebih banyak tegak, gravitasi akan menunjang menyembuhkan asam lambung yang meningkat melalui esofagus bawah maupun Lower Esophageal Sphincter (LES) kembali ke dalam perut lebih singkat. Tetapi, lain halnya saat tidur di malam hari.

Pada kedudukan berbaring, air liur jadi lebih sedikit dan proses menelan pun menjadi lambat sehingga menjadikan baliknya refluks asam lambung ke perut jadi lebih susah. Refluks asam lambung ialah keadaan asupan dan asam lambung yang semestinya terdapat di dalam lambung, bisa naik lagi ke tenggorokan.

Lalu, posisi tidur seperti apa yang dapat menunjang menghindari asam lambung meningkat? Berikut ulasannya.

3 Posisi Tidur yang Baik Untuk Pengidap Asam Lambung dan GERD

  1. Posisi tidur miring ke bagian kiri badan

Lantaran kedudukan lambung ada di sebelah kiri, saat Anda tidur miring ke sebelah kiri, kedudukan LES akan ada lebih tinggi sehingga bisa menyulitkan refluks asam lambung. Meski asam lambung sempat menjangkau LES, gravitasi akan menjadikannya lebih gampang balik ke dalam perut.

Disamping itu, tanda asam lambung meningkat yang dialami ketika kedudukan tidur miring ke kiri condong lebih ringan dan jarang bila dibanding kedudukan tidur telentang maupun miring ke kanan. Maka dari itu, tidur miring ke sebelah kiri adalah kedudukan tidur yang baik dan maksimal untuk pengidap GERD dan penyakit asam lambung.

  1. Posisi tidur dengan kepala lebih tinggi

Riset membuktikan kalau posisi tidur dengan kedudukan kepala lebih tinggi (mendongak) dibanding kedudukan badan mempunyai manfaat untuk kurangi frekuensi timbulnya refluks dan menunjang mengembalikan asam lambung lagi ke dalam perut dengan laju lebih kencang.

  1. Posisi paling baik untuk menghentikan refluks lambung

Baik tidur miring di sisi kiri badan maupun tidur dengan kedudukan kepala lebih tinggi berguna untuk mengurangi adanya tanda-tanda refluks lambung. Tetapi, kedudukan tidur yang paling baik ialah dengan mencampurkan keduanya, yaitu tidur miring ke sebelah kiri badan dengan kedudukan kepala lebih tinggi.

Posisi tidur yang baik ini secara maksimal bisa menghindari refluks. Hal ini lantaran kedudukan les anda terdapat jauh di atas tahap isi lambung, malahan meski lambung betul-betul dalam keadaan sarat. Bila sekiranya refluks tetap berlangsung, kedudukan ini memudahkan gravitasi untuk menyembuhkan asam lambung dengan singkat.